Setiap orang pasti ingin bahagia.
Dan konteks bahagia setiap orang pasti berbeda-beda. Ada yang menyatakan
bahagia itu jika punya banyak uang. Ada juga yang mengatakan bahwa bahagia itu
ketika kita punya profesi yang bonafit dengan gaji besar. Atau ada juga yang
bilang kalau bahagia itu ketika kita jatuh cinta.
Bahagia yang sederhana itu adalah
bahagia ketika kita bisa tersenyum tanpa terpaksa. Ketika kita bisa melihat
keluarga kita setiap bangun tidur. Ketika seseorang berkata “terima kasih ya”
pada kita. Ketika kita berkata “aku bisa bantu kamu kok” pada orang lain.
Ketika kita berkumpul bersama teman dan berbicara “ngalor-ngidul” gak jelas.
Ketika kita mendengar “ibu masak ini buat kamu lho” dari ibu kita. Ketika kita
mendengar “hati-hati ya kalau kuliah” dari ayah kita yang jarang menghabiskan
waktu bersama kita. Ketika mendengar “hore kakak pulang” dari mulut mungil adik
kecil kita. Ketika seseorang yang kita suka tersenyum pada kita dan berkata
“apa kabar?”.
Bahagia itu sederhana, yaitu saat kita
bisa membuat orang lain tersenyum dengan ikhlas. Saat kita bisa diam sejenak
menikmati indahnya alam. Dan masih banyak lagi kebahagiaan sederhana yang lain.
Kebahagiaan yang tak kita sadari bahwa pernah merasakannya sekali saja, itu
sudah bisa dibilang anugerah.
Terkadang kita terlalu mematok
standar yang cukup tinggi untuk kebahagiaan kita. Padahal tanpa kita sadari
hal-hal kecil yang sudah biasa kita lihat dan dapatkan itu adalah kebahagiaan
yang sesungguhnya. Kebahagiaan yang tak membutuhkan apapun kecuali rasa bahagia
itu sendiri.
Kebahagiaan sederhana itu akan
selalu muncul kapanpun dan dimanapun kita. Kebahagiaan sederhana itu tak butuh
sesuatu yang “fabulous” tapi hanya butuh sesuatu yang sering kita lupakan yang
kemudian kita sadari keberadaannya.
Bahagia itu sederhana, sesederhana bahagiaku
ketika aku mengetik tulisan ini.
So... apa kebahagiaan sederhana mu
hari ini?

No comments:
Post a Comment