Thursday, 22 November 2012

Bahagia Itu Sederhana



Setiap orang pasti ingin bahagia. Dan konteks bahagia setiap orang pasti berbeda-beda. Ada yang menyatakan bahagia itu jika punya banyak uang. Ada juga yang mengatakan bahwa bahagia itu ketika kita punya profesi yang bonafit dengan gaji besar. Atau ada juga yang bilang kalau bahagia itu ketika kita jatuh cinta.
Bahagia yang sederhana itu adalah bahagia ketika kita bisa tersenyum tanpa terpaksa. Ketika kita bisa melihat keluarga kita setiap bangun tidur. Ketika seseorang berkata “terima kasih ya” pada kita. Ketika kita berkata “aku bisa bantu kamu kok” pada orang lain. Ketika kita berkumpul bersama teman dan berbicara “ngalor-ngidul” gak jelas. Ketika kita mendengar “ibu masak ini buat kamu lho” dari ibu kita. Ketika kita mendengar “hati-hati ya kalau kuliah” dari ayah kita yang jarang menghabiskan waktu bersama kita. Ketika mendengar “hore kakak pulang” dari mulut mungil adik kecil kita. Ketika seseorang yang kita suka tersenyum pada kita dan berkata “apa kabar?”.  
Bahagia itu sederhana, yaitu saat kita bisa membuat orang lain tersenyum dengan ikhlas. Saat kita bisa diam sejenak menikmati indahnya alam. Dan masih banyak lagi kebahagiaan sederhana yang lain. Kebahagiaan yang tak kita sadari bahwa pernah merasakannya sekali saja, itu sudah bisa dibilang anugerah.
Terkadang kita terlalu mematok standar yang cukup tinggi untuk kebahagiaan kita. Padahal tanpa kita sadari hal-hal kecil yang sudah biasa kita lihat dan dapatkan itu adalah kebahagiaan yang sesungguhnya. Kebahagiaan yang tak membutuhkan apapun kecuali rasa bahagia itu sendiri.
Kebahagiaan sederhana itu akan selalu muncul kapanpun dan dimanapun kita. Kebahagiaan sederhana itu tak butuh sesuatu yang “fabulous” tapi hanya butuh sesuatu yang sering kita lupakan yang kemudian kita sadari keberadaannya.
Bahagia itu sederhana, sesederhana bahagiaku ketika aku mengetik tulisan ini.
So... apa kebahagiaan sederhana mu hari ini? 

No comments:

Post a Comment