Saturday, 1 December 2012

Bintang Kecil



Keberadaanku di langit memang sudah ditetapkan oleh takdir. Dan terkadang langit menunjukkan kuasanya ataasku dengan matahari, bulan dan awannya. Aku hanyalah bintang kecil di salah satu sudut langit yang tak bertepi. mencoba mengerjab sekuat mungkin agar keberadaanku terlihat.
Aku hanyalah bintang yang setiap malam berharap ada yang menantiku dari bumi, enta hanya sekedar melihatku atau untuk menceritakan keluh kesah dan harapan-harapan mereka.
Aku hanyalah bintang yang setiap malam melihat pantulan cahayaku sendiri di atas permukaan samudera. Sebuah cermin agung milik alam. Meski tak jarang permukaaanya beriak atau bergelombang. Tapi aku menyukainya. Setidaknya jika tak ada yang mengagumi cahayaku, aku tetap bisa melihat dan mengagumi cahayaku sendiri.
Aku memandang samudera setiap malam. entah sudah berapa waktu yang telah aku habiskan. Mendengar desah ombaknya yang dibawa angin. melihat seberapa keras usaha gelombangnya meraihku namun tak pernah bisa.
Aku hanyalah bintang yang tak pernah mengendalikan samudera, seperti halnya bulan, atau matahari. Aku hanya bisa memandangnyadari langit. mengerjab agar cahayaku sanggup menembus kedalaman airnya yang dingin.
Aku hanyalah bintng kecil di luasnya hamparan langit yang tak terbatas. Aku hanyalah bintag yang punya takdir sendiri. Aku bintng yang sungguh berbeda dengan matahari, langit, bulan dan samudera.
Karena masing-masing dari kami punya takdir sendiri-sendiri dan karena takdir telah menetapkan kami untuk tak pernah bisa bersama.

No comments:

Post a Comment